Ksatria Panji Hitam - Azi Satria | Puisi

Jikalau menemukan makna puisi ini, silakan berdoa. Kita nggak tahu kapan Ksatria Panji Hitam datang bersama kuda hitamnya.

d7f85bee6067e934692d9eea132b6be8.jpg
Ksatria Panji Hitam
Kuda hitam itu meringkik memecah kesunyian malam,
Gelap gulita tanpa cahaya,
Redup tertutup seluruh dosa
Penunggang kuda berpanji hitam bersorot mata merah senja
Menggapai udara mencabik jiwa
Merobek raga mengambil sukma
Menancapkan seluruh kenyataan ke dalam urat nadi berdarah panas,
Roh terangkat
Terbuka!
Mataku tak lagi terpejam
Batinku tak lagi tertutup
Mata merah menyeruak diantara ratusan dosa di dalam jiwa
Meringkik!
Berdiri bulu kuduk
Ujung pedang menancap di ulu hati
Berceceran!
Bukan darah!
Dosa berceceran
Kian banyak
Menenggelamkan jiwa di lautan dosa
Menggetarkan seluruh raga
"Mati!"
Ksatria panji hitam ngakak
Kudanya meringkik
Lalu hilang
Bersama jiwaku tergantung di ujung panji hitam

Ciamis, 30/04/2016

Kastil Sakit Jiwa

Komentar

  1. Saya puisi seperti ini...nggak lugu layaknya curahan hati.

    Panji hitam kau kaukah malaikat maut?
    Yang membuat jiwa2 berlutut mengkerut.

    BalasHapus
  2. @Putra Artmedia,
    Ksatria yang memanen nyawa
    Bergelak penuh tawa
    Mencabut nyawa lewat sendawa
    Tak pernah membuat Tuhan kecewa

    BalasHapus
  3. lanjutkan dan terus berkarya kawan
    di tunggu mampirnya

    BalasHapus
  4. Admin Dunia Cerita30 April 2016 pukul 08.09

    Bener-bener berdiri nih bulu kuduk ane, teringat dosa yang pernah tercecap.

    BalasHapus
  5. Ksatria yang sadis ya, menakutkan

    BalasHapus
  6. Kala ksatria panji hitam (Malaikat Pencabut Nyawa) datang bermuka pesta,

    Lingkaran usia tlah sampai pada titik pusat..,

    Saatnya maut menghampiri terus
    merapat.

    Wow..serem.."!
    He..He..He....

    BalasHapus
  7. Kumpulan Ebook dan Cerita Kisah30 April 2016 pukul 21.59

    mungkin ksatria hitam itu adalh perumpamaan dari setan yang menggoda kita dan menyurh kita berbuat maksiat dan menenggelamkan kita kedalam kubangan dosa. Setelah kita berbuat dosa, dia akan tertawa meraa bangga karena telah berhasil membujk kita agar bermaksiat. Puisinya bagus.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer