Kisah Sebuah Negeri yang Kejam - Azi Satria

Hi, guys! Malam ini ane menyajikan puisi yang bertema 'nasionalisme' dan 'Indonesia'. Nah, udah tau cluenya! Sekarang silakan temukan maknanya!
Para Dewa Pembohong
Kau lihatlah
Bualan para dewa
Tuk kuras pahala semua manusia
Dewa tergelak
Manusia terpaku dalam keraguan
Surga yang dijanjikan
Hanyalah omong kosong
Next.. Next..
Era Darah Tak Bersalah
Malam menjerit
Takdir bergulir
Tangismu pecah
Angin merangkul penuh napsu
Bergumul dalam kegelisahan dan ketakutan
Si tua itu berkata
"Habisi mereka
sayat daging kepalanya
putus urat lehernya
demi kemerdekaan"
Kau berlari
Tapi para pahlawan itu
Mencincangmu
Demi kemerdekaan!
Napsu dibungkus patriotisme
Bedebah!
Puisi kedua ini terinspirasi dari film dokumenter "Senyap" dan "Jagal". Belum menontonnya? Itu menceritakan tentang para algojo PKI. Sempat dicekal penayangannya. Biasa lah, ada antek antek si tua yang merasa resah.
Bagus puisinya sob, jadi pengen nonton filmnya
BalasHapuskeren
BalasHapusaku merasa puisi lahir di zaman perjuangan kemerdekaan
ngomongin koruptor jangan malu2 sob.. vulgar to the point and tembak langsung ajah...
BalasHapusmereka sendiri gak malu2 nyikat uang rakyat...
apa memang mereka gak punya kemaluan ya??
Tentang koruptor dan meniadakan adalah sebuah pr kita semua yg kadang hanya terjawab lewat teori saja ya
BalasHapus