Aku, Kau, dan Dunia yang Gila - Azi Satria

World%20of%20Darkness%20(2).jpg

Kita bisa lihat, terroris mengatasnamakan Tuhan dengan entengnya mengakhiri hidup seseorang, pemerkosaan menjamur dimana-mana, seakan manusia sudah lupa pada Tuhannya.

Apakah Tuhan sudah hilang?

Believe it or not, Tuhan sudah mati. Bagi mereka. Bagi para pelaku pemerkosaan, para pejabat bangsat, para pembunuh.Why? jika kita masih percaya Tuhan, setidaknya kita menjauhi laranganNya. Jika sudah begitu, kemanakah Tuhan mereka? Mati?

No one know, buddy. And we will begin this poetry.

Burn the Fucking World
Hidup ini indah
Kata mereka
Hidup ini laknat
Kehidupan haram jadah
Pejabat bangsat
Ulama laknat
Lihat!
Betapa gobloknya dewa kita
Menjanjikan harapan palsu
Tertawa diatas penderitaan umatnya
Dia sendiri
Tidur di singgasananya

Next.. Next..

Dunia yang (tidak) Menyenangkan
Disini perang
Disana bencana
Lara menjamur
Resah tumbuh subur
Gelisah diantara kehampaan hidup
Dunia ini gila!
Atau mungkin
Aku yang sudah gila

Next.. Third poetry

Para Penista Agama
Kau bantai manusia
Kau kibarkan panji Allah
Lantas kau pikir itu agama?
Agama apa itu?
Bangsat!

Next..

Tuhan Jahat!
Pekat malam ternoda
Harum mesiu menyengat jiwa tanpa dosa
"Atas Nama Allah!"
Darah menyembur
Pagi datang sedikit malu-malu
Desing peluru memecah gurun kehidupan
"Atas Nama Allah!"
Kusaksikan
Darah kembali menyembur
Kilau pedang tertempa panasnya gurun
Sejahat itukah Tuhan?
Kemanakah hilangnya Maha Pengasih dan Maha PenyayangNya?

Oke, itulah sedikit puisi yang mendeskripsikan kegilaan dunia yang kita tempati sekarang ini. Sudahkah anda menyadarinya?

Komentar

  1. wih keren gan puisi nya :-D

    BalasHapus
  2. ajib gan nice post

    BalasHapus
  3. keren gan puisinya..? Menggambarkan indonesia banget, yang lagi di landa bencara seksual..?

    BalasHapus
  4. sip puisinya

    BalasHapus
  5. keep posting gan

    BalasHapus
  6. manteb juga puisinya .... majasnya (y)

    BalasHapus
  7. Muhammad Gibran Al Ghazali12 Juni 2016 pukul 12.54

    Puisi buat teroris koruptor dan pemerkosa

    BalasHapus
  8. Indah banget puisinya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer