Kenangan Sebuah Malam
Sebuah malam adalah sebuah perjalanan, sebuah kisah yang terukir dalam sebuah ruang dan waktu. Sejarah. Kita menyebutnya sebagai sejarah. Sedangkan aku memanggil kisahku dengan malam dengan kata kenangan. Kenangan, sebuah sejarah yang akan terus kau ingat sampai mampir ke liang lahat. Bagiku, kenangan adalah sebuah kisah yang benar-benar berkesan, itu yang membuatnya diingat sampai kapan pun.
Kenangan tentang malam adalah sebuah kenangan terindah, paling berkesan, sarat akan makna, dan kenangan itu akan terus terulang setiap malam. Ketika kusaksikan bintang-bintang yang berkedip mesra di atas sana, ketika kulihat rembulan yang gelisah, ketika aku dibuai angin malam yang menggelitik nurani, aku dapat mengingat kenangan itu, kenangan terindah, kenangan yang nyata.
Ketika guruku bertanya tentang kenangan, aku menjawab malam adalah waktu yang selalu dikenang, selalu terulang, dan selalu berkesan. Guruku membisu, dalam bingung, heran, dan tak peduli. Ketika yang lain mengisahkan tentang kenangan bersama hewan peliharaan, bersama kakek-neneknya, bersama orang yang telah tiada, aku tetap mengisahkan tentang malam yang gelap.
Malam dalam eknangan itu adalah sebuah portal. Saat kau melihat indahnya bintang diatas sana yang membentuk rasi tertentu, kau akan mengingat tentang kakekmu. Saat kau merasakan dinginnya udara malam, kau akan merasakan betapa kenangan semakin mendekat, di atas langit malam, selalu tergambar wajah-wajah yang menghiasi hari-hariku. Penuh misteri. Entah kenapa. Entah kenapa malam selalu mengingatkanku pada kenangan. Kenangan yang entah kenapa pula membuat hatiku teriris.
Harta bukan apa-apa dibandingkan dengan keindahan Tuhan yang satu ini. Kau takkan pernah bisa membeli malam dengan uang, jika suatu saat malam musnah dan terik sepanjang hari, kau takkan bisa membayar untuk menghadirkan malam. Kau juga takkan bisa membayar menghadirkan malam saat tengah hari cuaca panas membakar kulitmu.
Jika bisa, aku akan berdendang di tengah malam. Ketika orang lain bilang menyeramkan, mereka tak pernah merasakan malam. Ya, merasakan. Pakai rasa untuk menyatu dengan malam, rasakanlah betapa indahnya malam, betapa sepi dan tenang. Tiada bising suara kendaraan, tiada gosip-gosip para tante, tiada lagi suara-suara yang mengganggu hidupmu dan harimu. Tenang. Hanya dengkuran nyenyak dan suara-suara rendah. Rendah sekali.
Komentar
Posting Komentar