Kajian Sajak Nuh - Sutardji Calzoum Bachri dan Makna
Selamat membaca! Ilustrasi Sajak Nuh karya Sutardji Calzoum Bachri secara jelas menunjukkan ujian terberat Nuh sebagai nabi dan rasul Tuhan, yakni mendapat musibah air bah. Namun setelah melalui ujian terberat dari Tuhan itu, Nuh beserta umatnya yang beriman kembali hidup membumi. Nuh di tengah luka paya-paya lintah hitam makan bulan taklagi matari jam mengucurkan detak nanah tak ada yang luput bahkan mimpi tak tanah tanah tanah beri aku puncak untuk mulai lagi berpijak! 1977 (Sutardji Calzoum Bachri, 1981, O Amuk Kapak, hlm. 116) --- Makna kehadiran Nuh secara khusus dalam sajak ini adalah sebagai pembawa harapan, pengantar umat ke jalan yang benar. Dari kegelapan menuju sinar terang. "Nuh di tengah luka paya-paya" mempresentasikan keberadaan Nuh dan umatnya dalam kesengsaraan dan penderitaan. Arti dari "Luka paya-paya" adalah keadaan dimana kulit menjadi sobek akibat luka benturan benda tajam. Dari sobekan itu keluar darah. Metafora ini sesuai dengan penderitaan...
